Left to Tell menceritakan kisah nyata Immaculee Ilibagiza. Ia merupakan salah satu yang selamat dari pembantaian etnis di Rwanda. Immaculee kuliah di Universitas Nasional Rwanda mengambil jurusan Elektro dan Mekanika. Kehidupannya berubah drastis ketika terjadi pembantaian etnis dimana dia dan tujuh wanita lain berhasil selamat setelah bersembunyi di kamar mandi yang sempit di rumah seorang pendeta selama 91 hari.
Immaculee kehilangan hampir seluruh keluarganya, tetapi melalui peristiwa ini dia menemukan hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan, dan Tuhan memampukan dia untuk mengampuni musuh-musuhnya.